Cara membuat transkrip wawancara

Cara membuat transkrip wawancara: izin merekam, rekaman yang jelas, transkripsi dengan AI, label pembicara, verbatim untuk skripsi, dan contoh format transkrip.

Diperbarui 25 September 2026 · 5 menit baca

Untuk membuat transkrip wawancara, kamu butuh tiga hal dengan urutan ini: izin narasumber untuk direkam, rekaman yang jelas, dan alat transkripsi. Rekam dengan HP di antara kamu dan narasumber, lalu impor filenya ke aplikasi transkripsi seperti Retexta (New task, Transcript only, Import audio). Terakhir, cek teksnya sambil mendengarkan audio, tambahkan siapa bicara apa, dan perbaiki nama. AI yang mengetik; pengecekan tetap tugasmu. Untuk skripsi, aturan transkripsi dari dosen pembimbing selalu didahulukan.

Langkah Yang dilakukan Kenapa
1. Izin Minta izin sebelum merekam, dan ulangi pertanyaannya di awal rekaman Aturan merekam berbeda-beda; kepercayaan narasumber penting
2. Rekam Ruang tenang, HP di antara kalian, bicara bergantian Rekaman menentukan kualitas transkrip
3. Transkripsi Impor audio ke aplikasi transkripsi Menghemat berjam-jam mengetik
4. Cek Dengarkan ulang, tambahkan label pembicara, perbaiki nama dan kutipan AI bisa keliru, terutama soal nama
5. Pakai Kutip, rangkum, atau analisis Hanya dari transkrip yang sudah dicek

Sebelum wawancara: izin merekam

Merekam orang tanpa persetujuan bisa bermasalah, dan aturannya berbeda antarnegara. Kami belum memeriksa aturan hukum di Indonesia untuk halaman ini, jadi anggap izin narasumber selalu wajib. Untuk penelitian, kampus sering punya aturan etika penelitian sendiri, misalnya lembar persetujuan (informed consent). Tanyakan ke dosen pembimbing.

Rutinitas yang praktis:

  1. Minta izin saat menjadwalkan wawancara, dan jelaskan untuk apa rekamannya (skripsi, artikel, podcast, catatan internal).
  2. Jelaskan ke mana audionya dikirim. Kalau kamu memakai layanan transkripsi berbasis cloud, rekaman diunggah dan diproses di server. Retexta adalah layanan seperti itu.
  3. Tanyakan lagi di awal rekaman. Misalnya: “Hari ini 25 September, saya berbincang dengan Ibu Sri Lestari. Ibu bersedia percakapan ini direkam?” Biarkan narasumber menjawab, sehingga persetujuannya ikut tersimpan di file.
  4. Tawarkan untuk berhenti. Kalau narasumber ingin ada bagian yang tidak direkam, jeda rekamannya.

Informasi, bukan nasihat hukum

Rekam hanya kalau narasumber setuju. Kalau menolak atau kamu ragu, catat dengan tangan saja. Kampus, media, dan kantor sering punya aturan sendiri soal wawancara dan data penelitian, dan aturan itu berlaku di samping aturan hukum.

Merekam wawancara dengan HP

  • Taruh HP di antara kalian, lebih dekat ke orang yang suaranya lebih pelan, di atas alas lunak seperti kain terlipat agar ketukan di meja tidak terekam.
  • Pilih ruangan yang tenang. Kafe itu sulit: musik dan suara sendok menenggelamkan suara pelan.
  • Bicara bergantian. Biarkan narasumber selesai sebelum kamu bertanya lagi. Ucapan yang bertumpuk adalah penyebab paling umum transkrip yang kacau.
  • Sebutkan nama dan istilah sekali dengan jelas. Di awal, minta narasumber mengeja namanya.
  • Rekam tes singkat dan dengarkan sebelum wawancara sebenarnya.

Untuk wawancara lewat video call, cek apakah aplikasi rapatmu bisa merekam dan mentranskripsi sendiri, dan apakah semua peserta diberi tahu. Untuk Zoom, lihat transkrip rekaman Zoom.

Mentranskripsi wawancara dengan Retexta

Retexta adalah aplikasi suara ke teks dan penulisan AI berbasis cloud untuk Android. Kamu bisa merekam wawancara di aplikasi atau mengimpor rekaman dari aplikasi lain. Menunya berbahasa Inggris; labelnya kami tulis seperti di aplikasi.

  1. Buka Retexta dan ketuk New task.
  2. Buka More templates dan pilih Transcript only untuk transkrip biasa.
  3. Di Add your input, ketuk Record audio untuk merekam sekarang, atau Import audio untuk memilih file yang sudah ada.
  4. Retexta mentranskripsi audio di servernya. Rekaman panjang dipotong jadi bagian paling lama 5 menit sebelum diunggah.
  5. Baca transkripnya sambil mendengarkan audio (lihat bagian berikut).

Retexta mengenali bahasa ucapan secara otomatis, termasuk bahasa Indonesia, dan transkripnya berupa teks biasa tanpa label pembicara dan tanpa cap waktu. Kalau kamu juga butuh ringkasan, olah rekaman yang sama dengan Take notes (Structured notes atau Short summary) atau dengan Something else, tempat kamu menjelaskan tugasnya sendiri, misalnya “Ringkas jawaban utama untuk setiap pertanyaan.” Kami belum menguji kualitas hasil Something else untuk wawancara, jadi cek dengan teliti.

Import audio dan semua tujuan kecuali Transcript only termasuk Retexta Pro. Retexta gratis untuk dicoba: pengguna baru mendapat beberapa hasil Pro gratis untuk dilihat di aplikasi. Menyalin, membagikan, dan mengekspor, serta semua yang setelah hasil gratis itu (termasuk Transcript only), memerlukan Retexta Pro atau kredit.

Setelah transkripsi: cek, beri label, anonimkan

  1. Dengarkan sekali sambil membaca teks. Perbaiki kata yang salah dengar, dan tandai bagian yang tidak terdengar jelas dengan [tidak jelas], jangan ditebak.
  2. Tambahkan label pembicara. Misalnya “P:” untuk pewawancara atau peneliti dan “N:” untuk narasumber. Pakai nama asli hanya kalau narasumber setuju. Ikuti kode yang diminta pembimbingmu, kalau ada.
  3. Tambahkan cap waktu dari pemutar audio di awal setiap topik atau sebelum kutipan penting, supaya mudah dicari lagi.
  4. Cek setiap kutipan kata per kata. Kutipan di skripsi atau artikel harus sama dengan rekaman, bukan versi yang sudah dirapikan.
  5. Anonimkan kalau kamu sudah menjanjikannya. Ganti nama, tempat, dan instansi yang bisa mengungkap identitas narasumber.
  6. Simpan audio dan transkrip dengan aman, dan hapus kalau sudah tidak diperlukan, terutama kalau berisi data pribadi.

Contoh format transkrip wawancara

Salin kepala transkrip ini di atas teksnya dan isi:

TRANSKRIP WAWANCARA
Penelitian     : [judul skripsi atau proyek]
Tanggal, tempat: [tanggal], [tempat atau "video call"]
Pewawancara    : [nama]
Narasumber     : [nama atau nama samaran]
Izin merekam   : [ya, diberikan di rekaman menit 00:00]
Durasi rekaman : [jj:mm]
Ditranskripsi  : [alat], dicek oleh [nama] pada [tanggal]

[00:00] P: [pertanyaan]
[00:00] N: [jawaban]
[00:00] P: [pertanyaan]
[00:00] N: [jawaban, dengan [tidak jelas] bila perlu]

Transkrip verbatim untuk penelitian kualitatif

Untuk skripsi atau penelitian kualitatif, jurusanmu mungkin punya aturan transkripsi: apakah kata pengisi dan bahasa daerah ditulis, bagaimana jeda ditandai, dan apakah transkrip harus verbatim. Tanyakan ke pembimbing sebelum mulai. Penulisan ulang oleh AI menghaluskan ucapan, jadi untuk penelitian pakai transkrip biasa (Transcript only), bukan versi yang ditulis ulang, lalu terapkan aturannya saat kamu mengecek.

Kalau narasumber mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa daerah atau bahasa Inggris, periksa bagian itu dengan sangat teliti. Banyak sistem transkripsi kesulitan dengan pergantian bahasa di tengah kalimat.

Baca juga

Format file dan impor: ubah MP3 jadi teks. Wawancara untuk podcast: transkrip podcast jadi teks. Rekaman yang lebih baik: cara agar hasil suara ke teks lebih akurat. Tentang aplikasinya: Retexta, suara ke teks untuk Android.

Sumber

Dicek oleh FLAME Apps pada 25 September 2026.

  • Kode aplikasi Retexta (Android, versi 2026.1.23): tujuan dan input, pemotongan jadi bagian paling lama 5 menit (CloudAudioChunker.kt), deteksi bahasa otomatis dan daftar bahasa dengan bahasa Indonesia (TranscriptionLanguageCatalog.kt); tidak ditemukan label pembicara atau cap waktu di aplikasi maupun layanan transkripsinya; kunci ekstraksi hasil.
  • Retexta: nama paket seperti yang tampil di aplikasi dan di Google Play.
  • Aturan merekam di Indonesia tidak kami periksa; halaman ini tidak mengutip undang-undang. Format transkrip: ditulis oleh FLAME Apps.
Pertanyaan

Perlu kamu tahu

Bagaimana cara membuat transkrip wawancara skripsi?

Minta izin narasumber untuk merekam, rekam di tempat yang tenang, lalu transkripsi rekamannya dengan aplikasi atau secara manual. Setelah itu dengarkan sekali lagi sambil membaca teksnya, tambahkan label pembicara dan cap waktu, dan terapkan aturan transkripsi dari dosen pembimbing atau kampusmu.

Apa itu transkrip wawancara verbatim?

Transkrip verbatim menulis ucapan apa adanya, kata per kata, termasuk pengulangan dan kata pengisi seperti “eh” atau “apa ya”, kadang juga jeda. Seberapa lengkap yang harus ditulis ditentukan oleh metode penelitianmu dan dosen pembimbing.

Apakah ada transkrip wawancara AI gratis?

Ada alat dengan menit gratis terbatas, dan hasilnya tetap harus dicek. Retexta gratis untuk dicoba: pengguna baru mendapat beberapa hasil Pro gratis untuk dilihat di aplikasi. Mengimpor rekaman termasuk Retexta Pro, dan menyalin atau membagikan transkrip memerlukan Retexta Pro atau kredit.

Apakah Retexta memberi label pembicara?

Tidak. Transkrip Retexta berupa teks biasa tanpa label pembicara dan tanpa cap waktu. Tambahkan labelnya sendiri saat kamu mengecek transkrip sambil mendengarkan rekaman.

Unduh aplikasinya

Retexta: Suara ke Teks

Bicara seadanya, dapatkan email yang rapi, notulen rapat, atau pesan yang siap dikirim.

Tersedia untuk ponsel dan tablet Android.

Temukan di Google Play
Pindai untuk memasang di ponsel Android kamu

Unduh gratis50+ bahasa

Menu aplikasinya dalam bahasa Inggris. Kamu bisa bicara dalam bahasa Indonesia dan mendapatkan teksnya dalam bahasa Indonesia atau salah satu dari 50+ bahasa lain.