Cara menulis email follow up

Cara menulis email follow up setelah interview, lamaran kerja, atau email yang belum dibalas: templat siap salin, contoh subjek, waktu kirim, dan contohnya.

Diperbarui 25 September 2026 · 6 menit baca

Email follow up yang baik itu singkat dan melakukan tiga hal: mengingatkan pembaca apa yang terjadi sebelumnya (interview, lamaranmu, email terakhirmu), menyebutkan apa yang kamu butuhkan sekarang, dan membuat langkah berikutnya mudah. Kalau bisa, balas di utas email yang sama, tetap ramah, dan ajukan satu pertanyaan yang jelas. Istilah “follow up” sendiri sudah biasa dipakai di dunia kerja di Indonesia; di email resmi kamu juga bisa menulis “tindak lanjut”.

Situasi Isi email follow up-mu
Setelah interview Terima kasih, satu hal yang ingin mereka ingat, minatmu yang tetap
Setelah melamar kerja Posisinya, kapan melamar, satu alasan kamu cocok, pertanyaan soal tahap berikutnya
Email belum dibalas Email sebelumnya dalam satu baris, pertanyaannya lagi, cara mudah untuk menjawab
Setelah rapat Apa yang disepakati, siapa mengerjakan apa, tanggal berikutnya

Templat email follow up

Salin ke aplikasi email dan ganti semua yang ada di kurung siku. Hapus baris yang tidak perlu.

Subjek: Follow up: [topik]

Selamat pagi/siang, [Bapak/Ibu Nama],

Saya ingin menindaklanjuti [email saya / pembicaraan kita / lamaran saya] pada [tanggal] mengenai [topik].

[Satu kalimat berisi fakta penting atau pengingat singkat tentang apa yang kamu tanyakan.]

Apakah Bapak/Ibu bisa memberi kabar mengenai [satu hal yang kamu butuhkan]?

Bila membantu, saya bisa [memudahkan: mengirim ulang dokumennya / menelepon sebentar / menyesuaikan tanggalnya].

Terima kasih,
[Namamu]
[Nomor telepon]

Baris yang paling penting adalah pertanyaannya. “Ada kabar?” mudah diabaikan. “Apakah pengiriman tetap hari Jumat?” bisa dijawab dalam satu baris.

Email follow up setelah interview

Setelah interview, follow up pertama adalah ucapan terima kasih. Kirim segera, selagi mereka masih ingat kamu, dan sapa pewawancara dengan namanya. Kalau pewawancaranya beberapa orang, tulis ke masing-masing atau ke kontak utamanya, misalnya bagian HRD.

Subjek: Terima kasih atas interview hari ini

Selamat sore, Ibu [Nama],

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berbincang dengan saya hari ini mengenai posisi [nama posisi].

Saya senang mendengar tentang [hal spesifik dari interview].

Pembicaraan kita membuat saya semakin tertarik dengan posisi ini, terutama [tugas atau target yang mereka sebut].

[Opsional: satu hal yang lupa kamu sampaikan, dalam satu kalimat.]

Saya menantikan kabar mengenai tahap selanjutnya.

Hormat saya,
[Namamu]
[Nomor telepon]

Kalau mereka menyebut kapan keputusannya dan hari itu sudah lewat, kirim pesan kedua yang lebih pendek di utas yang sama:

Selamat pagi, Ibu [Nama],

Saya ingin menindaklanjuti interview saya pada [tanggal] untuk posisi [nama posisi].

Saya masih sangat tertarik dan ingin menanyakan apakah sudah ada kabar mengenai jadwal keputusannya.

Terima kasih,
[Namamu]

Email follow up lamaran kerja

Kalau kamu sudah melamar tetapi belum ada kabar, sebutkan posisinya persis seperti di lowongan, kapan kamu melamar, dan satu alasan kamu cocok. Buat hanya beberapa baris; detailnya sudah ada di lamaranmu.

Subjek: Follow up lamaran posisi [nama posisi]

Yth. Tim Rekrutmen [nama perusahaan],

Saya telah mengirimkan lamaran untuk posisi [nama posisi] ([kode lowongan, bila ada]) pada [tanggal].

Saya sangat tertarik dengan posisi ini karena [satu alasan spesifik yang sesuai dengan lowongan].

Apakah Bapak/Ibu dapat memberi tahu sudah sampai tahap mana proses seleksinya?

Saya bersedia mengirimkan dokumen tambahan bila diperlukan.

Hormat saya,
[Namamu]
[Nomor telepon]

Email follow up yang belum dibalas

Kalau email kerja tidak dibalas, anggap pembacanya sibuk, bukan tidak sopan. Tulis email sebelumnya dalam satu baris, ulangi pertanyaannya, dan buat mudah dijawab.

Subjek: Re: [subjek asli]

Selamat siang, Bapak [Nama],

Saya ingin mengangkat kembali email saya tanggal [tanggal].

Singkatnya: [pertanyaannya dalam satu kalimat].

Jawaban ya atau tidak sudah cukup untuk saat ini.

Terima kasih,
[Namamu]

Kalau follow up kedua pun tidak dibalas, tutup dengan sopan:

Selamat siang, Bapak [Nama],

Karena belum ada kabar, saya anggap waktunya memang belum tepat.

Bila ada perubahan, cukup balas email ini dan saya akan melanjutkannya dari sini.

Salam,
[Namamu]

Email follow up setelah rapat

Setelah rapat, follow up berupa rangkuman singkat: apa yang diputuskan, siapa mengerjakan apa sampai kapan, dan tanggal berikutnya. Kalau kamu mencatat atau merekam rapat dengan persetujuan semua peserta, panduan cara membuat notulen rapat menunjukkan cara mengubahnya jadi rangkuman. Kalau rapatnya belum dijadwalkan, lihat templat email undangan rapat.

Contoh: dari voice note jadi email follow up

Contoh ini kami tulis sendiri untuk menunjukkan idenya. Ini bukan hasil asli aplikasi, dan hasilmu akan berbeda.

Yang kamu ucapkan ke HP:

Oke, follow up ke Pak Andreas di PT Samudra Logistik.
Aku interview Selasa kemarin, tanggal lima belas, buat posisi koordinator operasional.
Katanya keputusannya akhir minggu lalu, tapi sampai sekarang belum ada kabar.
Aku nggak mau kesannya maksa.
Oh, sebutin juga soal spreadsheet jadwal yang aku buat, kayaknya dia suka.
Sama bilang aku bisa mulai Oktober kalau itu penting.
Nadanya profesional tapi hangat.

Email jadinya (Email, Professional):

Subjek: Follow up interview posisi Koordinator Operasional

Selamat pagi, Pak Andreas,

Semoga Bapak dalam keadaan baik.

Saya ingin menindaklanjuti interview saya pada Selasa, 15 September, untuk posisi Koordinator Operasional.

Saya sangat menikmati pembicaraan kita, terutama diskusi tentang spreadsheet penjadwalan yang saya buat untuk tim saya saat ini.

Saya masih sangat tertarik dengan posisi ini dan ingin menanyakan apakah sudah ada kabar mengenai jadwal keputusannya.

Sebagai informasi untuk perencanaan, saya bisa mulai bekerja pada bulan Oktober.

Terima kasih atas waktu Bapak.

Hormat saya,
[Namamu]

Semua isi email itu ada di voice note. Bedanya ada di urutan dan nada: pengingatnya di awal, pertanyaannya jelas, dan tanggal mulai ditawarkan sebagai bantuan, bukan desakan.

Subjek email follow up

  • Balas di utas aslinya dan pertahankan subjeknya: “Re: Pengiriman pesanan 4471”.
  • Untuk email baru, awali dengan topiknya: “Follow up lamaran posisi Staf Administrasi”.
  • Setelah interview: “Terima kasih atas interview hari ini” atau “Terima kasih, interview posisi [nama posisi]”.
  • Setelah telepon: “Tindak lanjut pembicaraan kita tentang [topik]”.

Hindari subjek yang hanya berisi “Menanyakan kabar” atau “Pertanyaan singkat”. Subjek seperti itu tidak menyebut topiknya, jadi emailnya mudah terlewat.

Kapan mengirimnya

Tidak ada aturan resmi soal waktu follow up. Yang biasa berhasil:

  • Mereka menyebut tanggal: tunggu sampai tanggal itu lewat, lalu follow up.
  • Mereka tidak menyebut tanggal: beri beberapa hari kerja sebelum follow up pertama.
  • Kamu sudah pernah follow up: beri jeda sedikit lebih lama sebelum yang berikutnya, dan jadikan itu yang terakhir.

Kamu bisa menulis follow up selagi ingat dan mengirimnya nanti. Menurut halaman bantuan Gmail berbahasa Indonesia: di aplikasi Gmail Android, tulis emailnya, ketuk Lainnya di kanan atas, lalu Jadwalkan pengiriman dan pilih salah satu opsi. Google mencatat bahwa email dikirim berdasarkan zona waktu saat kamu menjadwalkannya.

Mendikte email follow up dengan Retexta

Retexta adalah aplikasi suara ke teks dan penulisan AI berbasis cloud untuk Android. Kamu menyampaikan dengan kata-katamu sendiri emailnya untuk siapa, apa yang terjadi, dan apa yang kamu butuhkan, lalu Retexta menulis emailnya. Menunya berbahasa Inggris; labelnya kami tulis seperti di aplikasi. Emailnya bisa berbahasa Indonesia.

  1. Buka Retexta dan ketuk New task.
  2. Di What do you want to do?, ketuk Write a message.
  3. Di What kind of message?, pilih Email dan gaya tulisan seperti Professional, Friendly, atau Clear & concise. Ketuk Next.
  4. Ketuk Record audio dan bicara: namanya, tanggal interview atau email terakhirmu, apa yang ingin kamu tanyakan, dan hal yang perlu mereka ingat.
  5. Hentikan rekaman. Retexta mentranskripsi ucapanmu dan menulis emailnya.
  6. Di layar hasil kamu bisa mengganti gaya tulisan, bahasa, atau panjangnya tanpa merekam ulang.
  7. Baca emailnya, lalu salin atau bagikan ke aplikasi email.

Write a message termasuk Retexta Pro, dan menyalin atau membagikan hasil memerlukan Retexta Pro atau kredit. Retexta gratis untuk dicoba: pengguna baru mendapat beberapa hasil Pro gratis untuk dilihat di aplikasi, dan semua yang setelah itu memerlukan Retexta Pro atau kredit. Retexta menandai hasil dengan “AI-generated. Check important details.” Cek nama, tanggal, dan nama posisi sebelum mengirim.

Baca juga

Panduan email lainnya: cara menulis email dengan suara, email undangan rapat, dan pesan otomatis out of office. Tentang aplikasinya: Retexta, suara ke teks untuk Android.

Sumber

Dicek oleh FLAME Apps pada 25 September 2026.

  • Bantuan Gmail, Menjadwalkan pengiriman email (Android): langkah Jadwalkan pengiriman, catatan zona waktu.
  • Saran pencarian Bing (pasar id-ID, 25 September 2026): “email follow up” muncul dengan saran seperti sample, after interview, after no response, dan job application.
  • Retexta: nama tujuan, jenis pesan, gaya tulisan, dan paket seperti yang tampil di aplikasi (rilis 2026.1.23) dan di Google Play.
  • Templat dan contoh: ditulis oleh FLAME Apps.
Pertanyaan

Perlu kamu tahu

Apa isi email follow up yang baik?

Tiga hal: apa yang terjadi sebelumnya (interview, lamaranmu, email terakhirmu beserta tanggalnya), apa yang kamu minta sekarang, dan langkah berikutnya yang mudah bagi pembaca. Buat singkat dan sopan, dan balas di utas email yang sama supaya pesan sebelumnya langsung terlihat.

Kapan sebaiknya mengirim email follow up?

Kalau mereka menyebut tanggal, tunggu sampai tanggal itu lewat. Kalau tidak, beri beberapa hari kerja. Tidak ada aturan resmi. Di Gmail kamu bisa menulis follow up sekarang dan memakai Jadwalkan pengiriman supaya terkirim di hari yang kamu pilih.

Apa contoh subjek email follow up?

Kalau bisa, balas di utas aslinya dan pertahankan subjeknya. Untuk email baru, sebutkan topiknya: “Follow up lamaran posisi Staf Administrasi” atau “Tindak lanjut pembicaraan kita tentang jadwal pengiriman”.

Berapa kali boleh follow up?

Biasanya sekali atau dua kali. Kalau follow up kedua tetap tidak dibalas, kirim pesan penutup singkat yang tetap membuka pintu, lalu lanjutkan. Setiap pesan tambahan sebaiknya membawa sesuatu yang baru, misalnya tanggal, dokumen, atau pertanyaan yang lebih sederhana.

Apakah ada aplikasi yang bisa menulis email follow up untuk saya?

Ada. Di Retexta kamu menyampaikan dengan kata-katamu sendiri emailnya untuk siapa dan apa yang kamu mau, lalu Retexta menulis emailnya dengan gaya pilihanmu, misalnya Professional atau Friendly. Write a message termasuk Retexta Pro, dan baca emailnya sebelum dikirim.

Unduh aplikasinya

Retexta: Suara ke Teks

Bicara seadanya, dapatkan email yang rapi, notulen rapat, atau pesan yang siap dikirim.

Tersedia untuk ponsel dan tablet Android.

Temukan di Google Play
Pindai untuk memasang di ponsel Android kamu

Unduh gratis50+ bahasa

Menu aplikasinya dalam bahasa Inggris. Kamu bisa bicara dalam bahasa Indonesia dan mendapatkan teksnya dalam bahasa Indonesia atau salah satu dari 50+ bahasa lain.